Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘hadith’

Sore kemarin, sambil iseng ngabuburit aku ambil Kitab Mutiara Riyadhushshalihin yang udah lama kuanggurin dari lemari. Walhasil aku buka bab terakhir yang sudah kutandai, dan aku langsung disajikan pada Bab-Bab yang banyak berkaitan dengan perempuan (hehe). Selintas aku mikir, mungkin Allah minta aku untuk belajar memahami wanita dengan lebih baik ya?hehe. Maklum, katanya kaum hawa aku ini laki-laki yang nyebelin, suka seenaknya, dll**under censored**.
Eniwei, aku mulai dengan Bab tentang Menyayangi Anak Yatim, Anak Perempuan, dan Orang yang lemah serta miskin. Pada bab ini, aku diingatkan kembali dengan satu hadith Imam Bukhari yang artinya demikian,

“ Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada di surga dengan posisi begini (seraya Rasulullah mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya hampir berdempetan).

Waah, kalo inget hadith ini pengen rasanya cepet-cepet jadi orang kaya (pengennya..), supaya bisa ngasih mereka lebih banyak. Kalo sekarang mah paling ngasi yang minta-minta serebu-serebu aja,yaah yg penting mah istiqomah dan ikhlasnya yah (alesan). Baru aja ngayal bayangin lg ngasi anak yarim orang miskin tiba-tiba aku disajikan dengan hadith lain dari Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang orang miskin.

Bahwasanya “Bukanlah (yang disebut) orang miskin itu orang yang berkeliling ke sesama manusia karena tergiur satu-dua biji kurma, atau satu dan dua suap makanan. Tetapi, orang miskin adalah orang yang tidak mempunyai harta untuk mencukupi keperluannya dan tidak pernah terlintas dalam hatinya untuk mengharapkan sedekah serta tidak pernah berjalan untuk meminta-minta pada orang lain”.

Subhanallah, betapa mulia Islam mengajarkan penganutnya untuk tetap mempertahankan harga dirinya. Adakalanya yang sudah berkecukupan pun masih saja mengemis harta, dengan cara yang pastinya berbeda dengan orang-orang miskin. Dari hadith ini, aku memahami satu hal bahwa Allah tidak ingin hamba-hambaNya mengemis kepada sesama hamba, Ia menginginkan kita hanya mengemis kepadaNya, ya, kepada yang Maha Kaya, yang Maha Memiliki Segala. Wallahu muwaffiq,

Sahabat, hadith selanjutnya makin membuatku tersentak, karena mungkin isinya menyinggung rencana yang sudah kupersiapkan akhir-akhir waktu ini. Beginilah Rasulullah bersabda,

“Makanan terburuk adalah makanan walimah (pesta) dimana orang yang memerlukan makanan itu tidak diundang dan orang yang tidak memerlukannya malah diundang. Barang siapa yang tidak memenuhi undangan walimah, maka dia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Diriwayatkan Imam Muslim)

Pesan yang aku terima setelah membaca hadith ini adalah, bahwa Allah, menginginkan kita untuk senantiasa memuliakan orang miskin, hingga di saat-saat bahagia kita, misalnya saat mengadakan pesta walimah, Allah memerintahkan kita untuk turut mengundang saudara-saudara kita yang membutuhkan, bukan hanya kerabat dan kolega kita. Masya Allah..Serasa ditampar babon **tiba-tiba puyeng**

Well, cerita tentang perempuannya belum ada yak..hehe setelah dicari-cari disinilah baru ketemu hadithnya. Satu hadith terakhir dari bab ini yang menurut saya cukup unik dan ingin saya share adalah hadith riwayat Bukhari-Muslim berikut:

‘Barang siapa yang mengasuh dua anak perempuannya hingga dewasa, maka pada hari kiamat kelak aku akan bersama orang itu bagaikan dua jemari ini” (Seraya Rasul merapatkan kedua jarinya).

Tau apa yang langsung terlintas dalam fikiranku?hehe **jadi pengen malu**. Aku mikir gini “wah untung banget ya Pak Narto dan Bu Narto (camer), anak mereka dua-duanya perempuan, yang satu masih ABG yang ga neko-neko amat, yang satu lagi udah ketauan shalihahnya ^_^.

Kalau boleh menganalisa, menurutku hadith ini tidak terlepas kait dengan kebiasaan adat arab zaman jahiliyyah dahulu yang membunuh anak-anak perempuan mereka karena dianggap membawa sial bagi keluarga. Kejam banget ya, atas dasar apakah mereka dibunuh? Atas perbuatan keji ini Allah telah mengutuk perbuatan kaum jahiliyyah dalam Surah At-Takwir 8-9, yakni ketika kiamat menjelang, maka anak-anak perempuan itu pun dipertanyakan, atas dasar apa mereka dibunuh? Na’udzubillah, mari berlindung kepada Allah dari perbuatan keji ini.

Tapi, fikir punya fikir, sebetulnya bukan tanpa alasan bahwasanya kaum hawa ini dianggap membawa kesulitan, karena fitrahnya, dari sononya, wanita memang makhluk yang sangat unik. Yang dalam memperlakukan mereka, perlu pemahaman yang baik. Bersabda Rasul, sebagaimana dituturkan Imam Bukhari dan Muslim,

“Berpesan-pesan baiklah kalian terhadap kaum perempuan. (Ini) karena sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Karena itu, jika engkau memaksa dalam meluruskannya, maka akan hancurlah ia. Dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan bengkok selamanya. Karenanya, berpesan-pesan baiklah terhadap perempuan.”

Inti hadith ini menurutku adalah, dalam mengajak perempuan pada kebaikan dengan cara paksa justru akan menghancurkannya. Nah mungkin dampak lebih detilnya bisa ditanyakan pada psikolog yak..Tapi jika kita tetap membiarkannya, dalam hadith lain dikatakan “hanya ingin bersenang-senang dengannya, maka engkau akan puas, namun niscaya mereka akan tetap bengkok.” . Perihal ini, aku jadi teringat pesan ustadzku waktu masih mondok di pesantren,

”wanita itu ibarat pasir, jika kau genggam ia terlalu erat pasir itu akan berhamburan, begitupun jika kau lepaskan genggamanmu, berhamburan jua ia”.

Subhanallah..complicated juga makhluq Allah yang satu ini yah. Tapi gimana lagi, laki-laki memang membutuhkan satu rusuknya itu kembali utuh dalam dirinya. Well, next aku akan cerita-cerita lagi tentang bagaimana perjalanan mencari “rusuk emas” ini, lalu bagaimana setelah ia kembali utuh dalam diri kita.
Semoga hasil keisengan ini bermanfaat.

Salam.

Iklan

Read Full Post »