Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Belajar Yuuk..’ Category

Beberapa Firman Allah tentang Pernikahan:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”
(QS. An Nuur (24) : 32)

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”
(QS. Adz Dzariyaat (51) : 49)

¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui!¨
(Qs. Yaa Siin (36) : 36)

Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik
(Qs. An Nahl (16) : 72)

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
(Qs. Ar. Ruum (30) : 21)

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
(Qs. At Taubah (9) : 71)

Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.
(Qs. An Nisaa (4) : 1)

Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga)
(Qs. An Nuur (24) : 26)

Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.
(Qs. An Nisaa’ (4) : 3)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.
(Qs. Al Ahzaab (33) : 36)

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(An-Nuur:32)

“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”
(Al-Isra 32)

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya”
(Al-A’raf 189)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
(An-Nur 26)

Referer: diambil dari sini

Iklan

Read Full Post »

Pernikahan merupakan suatu titik awal dalam membina rumah tangga yang berujung pada pembentukan keluarga yang baik, atau seperti banyak orang doakan ketika pernikahan untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Nah, sebelum lebih jauh cerita tentang gimana siy cara membentuk keluarga yang ideal kaya gitu, kita kudu tau dulu dunk apa siy sebenernya fungsi keluarga itu? Yuk kita sama-sama baca Bab Pertama dari buku Fikih Nikahnya Tim Almanar terbitan Syaamil.

[open book]

Visi Islam tentang Keluarga

Ketika Rasulullah SAW mengatakan “Rumahku Surgaku”, beliau telah mengisyaratkan betapa strategisnya fungsi keluarga. Islam memandang keluarga, sebagai surga kecil. Sebaliklah, ketika masyarakat Barat menganggap perkawinan dan keluarga sebagai neraka kehidupan, mereka justru terkerumus dalam neraka individualisme.

Sebuah keluarga akan menjadi surga kecil jika ia memenuhi empat fungsi, yaitu:

Fungsi Fisiologis
Satu dari empat yang membuat orang bahagia, seperti sabda Rasulullah SAW, adalah fungsi fisik ini.

“Istri yang shalihah, rumah yang luas, kendaraan yang nyaman dan tetangga yang shalih.”
(H.R. Al Hakim)

Rumah luas melapangkan dada, makanan bergizi menghilangkan lapar dan menyehatkan raga. Secara fisik, sebuah keluarga berfungsi sebagai:

  1. tempat semua anggotanya mendapat tempat berteduh yang baik dan nyaman,
  2. tempat semua anggotanya mendapat makan dan minum, pakaian yang cukup,
  3. tempat suami istri memenuhi kebutuhan biologisnya.

Fungsi Psikologis
Secara psikologis, fungsi keluarga adalah:

  1. tempat semua anggotanya diterima secara wajar dan apa adanya,
  2. tempat semua anggotanya mendapat perlakuan secara wajar dan nyaman,
  3. tempat semua anggotanya mendapat dukungan psikologis bagi perkembangannya,
  4. basis pembentukan identitas, citra dan konsep diri segenap anggotanya.

Inilah makna khusus dari suasana surgawi keluarga, karena istri dan anak-anaknya adalah hiasan dunia yang kita semua secara fitrah mencintainya. Bila orang bebas dari kelaparan dan aman dari ketakutan, ia dapat beribadah dengan baik[1].

Fungsi Sosiologis
Fungsi sosiologis sebuah rumah yaitu:

  1. sebagai lingkungan pertama dan terbaik bagi segenap anggotanya,
  2. sebagai unit sosial yang menjembatani interaksi positif antara individu-individu anggotanya dengan masyarakat sebagai unit sosial yang besar.

Fungsi Dakwah

  1. menjadi objek pertama yang harus didakwahi oleh setiap da’i,
  2. menjadi model keluarga Muslim ideal bagi masyarakat Muslim maupun nonMuslim sehingga ia menjdai bagian menyeluruh dari pesona Islam,
  3. setiap anggotanya terlibat sebagai pastisipan dakwah yang aktif dan kontributif,
  4. memberi antibodi segenap anggotanya dari virus kejahatan.

catatan kaki:
[1] Lihat Q.S. Quraisy : 3-4

[close book]

Nah, setelah baca buku di atas, keliatan kan beberapa fungsi keluarga yang akan menjadi suatu tolak ukur. Keluarga kita dah jadi keluarga yang ideal sesuai fungsinya gak siy? Kalo sebelum baca tulisan di atas, kira-kira apa fungsi keluarga menurut kamu?

Read Full Post »

« Newer Posts